SDN Tugurejo 03

BELAJAR MENGOLAH SAMPAH ORGANIK MENJADI KOMPOS DI SDN TUGUREJO 03

Semarang,10/05/23. sampah adalah sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke lingkungan. organik adalah suatu zat yang berasal dari makhluk hidup.

Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa-sisa organisme makhluk hidup baik manusia, hewan, serta tumbuhan. Sampah organik sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari yang termasuk sampah organik adalah sisa sayur, buah, kotoran hewan dan daun kering.

Sampah yaw tetap sampah ! ada yang mengatakan sepertri itu. tetapi sampah organik dengan cara yang tepat dapat menjadi bahan yang sangat berguna bagi manusia. 

MENGOLAH SAMPAH ORGANIK MENJADI KOMPOS

Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003). 

Pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. 

Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan.Sampah terdiri dari dua bagian, yaitu bagian organik dan anorganik.

SDN Tugurejo 03 Termotivasi dari kegiatan yang di lakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Kota Semarang salahsatunya adalah kegiatan pelatihan pembuatan Eco Enzym dan pembuatan Kompos.  Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Kota Semarang tidak hanya memberikan Pelatihan tetapi juga 2 Komposter. komposter adalah alat pengolahan sampah organik melalui pengomposan. SDN Tugurejo 03 salahsatu peserta dalam kegiatan pelatihan dalam mengolah sampah organik menjadi kompos.

ASYIKNYA BELAJAR MEMBUAT KOMPOS

Berbekal dari pelatihan, SDN Tugurejo 03 melakukan kegiatan Mengolah Sampah organik di lingkungan sekolah menjadi Kompos. Kegiatan dilakukan pada hari selasa tanggal 14 Maret 2023, bertempat di kebun sekolah. pesertanya diambilkan dari Kelas V dan dari Mahasiswa Kampus Mengajar 5. Kegiatan ini di harapkan peserta mendapatkan ilmu dan wawasan dalam mengolah sampah organik. salahsatu tujuannya secara tidak langsung adalah mensukseskan program dari Pemerintah Kota Semarang yaitu Urban Farming, kenapa demikian ketika kita membicarakan tentang menanam maka kita memerlukan pupuk olehkarena itu dengan pengolahan sampah organik kita dapat ikut menyumbang dalam menyuburkan tanaman sehingga programnya berjalan dan menuai hasil yang baik.

Kegiatan di mulai pukul 07.30 WIB, bahan dan alat sudah di siapkan oleh bapak Sugiyana. Sampah organik juga sudah tersedia, bahan tambahan dan penting adalah Dekomposer yang biasanya di pasaran di sebut EM4. Mahasiswa dan Siswa SDN Tugurejo 03 setelah di beri arahan langsung praktek. Antusias mereka patut diacungi jempol karena mengikuti kegiatan sampai selesai.

Salahsatu peserta kegiatan Zerlinda mengatakan " Dengan kegiatan ini saya lebih tahu mengenai pembuatan pupuk kompos dan pengolahan Sampah Organik ( iso tak praktekke neng omah ) ".

CUAN DARI SAMPAH ORGANIK ???

Dengan perkembangan zaman dan ilmu sekarang sampah tidak hanya menjadi sampah, maksudnya sampah juga bisa diolah lagi menjadi sesuatu yang bermanfaat. banyak sekali bermunculan kreasi - kreasi anak muda zaman sekarang dimana bahannya adalah sampah - sampah industri dll. SDN Tugurejo 03 juga dapat mengais Cuan dari sampah organik yang ada di lingkungan sekolah. saat ini ada sekitar 10 - 15 Kg Pupuk Kompos yang sudah jadi. Kompos tersebut adalah hasil kegiatan yang dilakukan di bulan maret yang lalu. pupuk tersebut bisa di jual dan menjadi salahsatu kewirausahaan sekolah. Pupuk Kompos sangat dicari dikarenakan saat ini masih digiatkan dengan penggunaan Pupuk Organik.

Kenapa Pupuk Organik banyak di cari ? Katanya sichhh , kalau pupuk organik tidak membahayakan manusia.  

" Kedepannya siswa tidak hanya dijari membuat kompos saja, tetapi packaging dan menjual hasilnya ke masyarakat. kalau tidak, diajari menjual hasilnya di lingkungan sekolahan terlebih dahulu. Siswa kita kasih kesempatan ketika Sekolahan menggelar Kegiatan Gelar Karya ". ucap Sri Sunarsih, S.Pd.

 

Spesial Thank To : Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Kota Semarang